Showing posts with label Resep_Masakannya. Show all posts
Showing posts with label Resep_Masakannya. Show all posts

Saturday, 28 December 2013

Penentuan 6 Bulan MPAsi

Penentuan Tanggal Start MP-ASI

By Umama Umi on Wednesday, March 13, 2013 at 11:58am
Just sharing,

mungkin ada bunda2 yang pernah bingung, MPASI mulai diberikan saat bayi berumur 6 bulan. Nah, kapan 6 bulan-nya itu?

Berikut kutipan dari WHO:

"Practice exclusive breastfeeding from birth to 6 months of age, and introduce complementary foods at 6 months of age (180 days) while continuing to breastfeed." ~ WHO (Guiding Principles for Complementary Feeding of the Breastfed Child).

Jadi,mulai MPASI itu tepat ketika baby umur 180 hari lho bunda.

IMHO, hitung jumlah hari saja untuk penentuan "jatuh tempo" awal MPASI baby kita, karena jumlah hari tiap bulan beda2, jadi belum tentu umur 1 bulan (dan kelipatannya) itu jatuh di hari yang sama tiap bulannya :)

contoh: babygirl saya lahir 7 okt 2012, maka start MPASInya adalah jumat 5 Apr 2013 nanti :D

Cara cepat menghitung jumlah 180 hari itu (versi saya):

1. siapkan kalender & kalkulator

2. hitung dulu jumlah hari dari tanggal kelahiran hingga akhir bulan yang bersangkutan, tulis di kalkulator (misal: lahir 7 okt 2012, maka sampai dengan 31 okt 2012 jumlah hari ada 24 hari).

3. tambahkan jumlah hari di bulan2 berikutnya (misal: 24 + 30 + 31 + dst sampai berjumlah 180), maka akan ketemu tanggal START MPASI :D=> untuk saya, sampai dengan bulan maret berjumlah 175 hari, 5 hari sisanya saya urutkan pada bulan april sehingga didapatlah 5 Apr 2013 sebagai tanggal START MPASI babygirl saya ^_^


anyway, kalaupun sudah terlanjur selisih 1-2 hari, ga perlu terlalu khawatir ya bunda2 sekalian, MPASI adalah "pendamping", jadi selisih 1-2 hari saat start tentu tidak akan mengakibatkan baby bunda malnutrisi :-)

Note: Perhitungan di atas adalah untuk bayi lahir cukup bulan (definisi bayi lahir cukup bulan adalah lahir di rentang UK 38-42 minggu, cmiiw), sedangkan untuk bayi lahir prematur, start MPASI dihitung 180hari dari due date (yaitu dari HPL - Hari Perkiraan Lahir), untuk penentuan lebih akurat MOHON konsultasikan dengan DSA karena kondisi fisik masing2 bayi prematur berbeda).

Goodbye 4 Sehat 5 Sempurna

Good Bye, Empat Sehat Lima Sempurna!

By Dyah Pratitasari on Wednesday, June 15, 2011 at 10:58pm
Konsep pola makan sehat yang sudah melekat di kepala itu kini sudah kadaluwarsa. Ia dianggap tak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Inilah kisahnya…


Sekali-kali, mari membayangkan Indonesia di tahun 1950-an. Kita belum lama menikmati kemerdekaan. Efek penjajahan masih terasa begitu kuatnya. Orang-orang  bertubuh kurus, bermata cekung, dan berwajah pucat bisa ditemukan di mana-mana. Kalaupun tampak baik-baik saja, saat diperiksa, umumnya mereka menderita anemia dan terancam buta.
Maklum saja, saat itu, sebagian besar penduduk Indonesia memang masih berstatus kurang gizi. Pemerintah pun berembuk mencari solusi. Prof Poerwo Soedarmo, ahli gizi yang kemudian dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia berpendapat, sudah saatnya masyarakat memiliki pedoman tentang pola makan untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia pun mencetuskan gagasan yang isinya mengacu pada konsep Basic Four, sebuahpedoman pola makan ala Amerika. Isinya berupa empat kelompok makanan yang wajib dikonsumsi setiap hari, terdiri dari makanan pokok (karbohidrat sumber tenaga), lauk pauk, sayur mayur, dan buah-buahan. Akan lebih baik lagi, bila ditambah minum susu. Agar mudah diingat setiap orang, konsep tadi diberi julukan baru, bernama Empat Sehat Lima Sempurna. Karena pada awal peluncuran slogan itu penduduk belum menyadari pentingnya peran gizi, Prof Poerwo juga mendidik kader-kader gizi. Merekalah yang bertugas mensosialisasikan pedoman tersebut ke seluruh lapisan masyarakat. Sejak saat itu, slogan Empat Sehat Lima Sempurna menjadi “materi wajib” yang digaungkan di mana-mana. Mulai dari kelompok ibu-ibu rumah tangga, anak-anak sekolah, hingga kalangan akademis.

Sukses? Sepertinya iya. Terbukti, ketika ditanya pola makan seperti apa yang sehat, sebagian besar orang - dari anak-anak hingga dewasa - akan menjawabnya dengan fasih, “Empat Sehat Lima Sempurna!”. Kini, wajah-wajah pucat bermata cekung seperti yang biasa dijumpai puluhan tahun yang lalu mungkin sudah agak langka. Namun, itu bukan berarti Indonesia sudah lepas dari masalah gizi. Konon, meskipun tidak lagi ditandai dengan wajah pucat bermata cekung, masalah yang dihadapi sekarang ini justru lebih besar lagi: Penduduk yang kekurangan gizi tetap banyak, namun  juga banyak yang kelebihan gizi. Kurang gizi ditandai dengan lambatnya pertumbuhan, gampang sakit, serta produktivitas yang rendah. Sementara kelebihan gizi ditandai dengan kelebihan berat badan, serta meningkatnya kasus penyakit degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, stroke, hingga kanker. Kedua kondisi ini menandakan, status gizi penduduk Indonesia belum seimbang.

Akhirnya, tanggal 25 Januari 2011 lalu, bertempat di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan Kementerian Kesehatan RI, secara resmi mengumumkan bahwa slogan Empat Sehat Lima Sempurna sudah tidak bisa diberlakukan, karena tak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Konsep gizi usang
“Sebenarnya, pedoman Empat Sehat Lima Sempurna yang mengacu pada Basic Fourmemang sudah lama kadaluwarsa,” tutur Prof Soekirman, SKM, MPS-ID, PhD, pakar gizi dan kebijakan pangan, dalam sebuah konferensi pers bertajuk “Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang”, di Hotel Akmani, Jakarta, akhir Januari lalu.

Konsep The Basic Four Guide, yang menggolongkan makanan menjadi empat kelompok yakni sereal, daging, susu, dan sayuran, dimunculkan di Amerika pada tahun 1940-an, ketika Amerika sendiri belum lama mengenal ilmu gizi. Nyatanya, setelah konsep tersebut berjalan selama sekitar 20 tahun, pola makan Amerika justru cenderung memburuk. Konsumsi daging, serealia, tepung, lemak, minyak, gula, dan garam meningkat tajam. Sebaliknya, konsumsi sayur dan buah justru menurun. Akibatnya, kasus obesitas, penyakit gangguan metabolisme, dan degeneratif melonjak drastis. Dari kondisi tersebut, para ilmuwan mulai menyadari bahwa pedoman makan tidak hanya bermanfaat mengatasi kurang gizi, namun juga sangat berperan terhadap munculnya penyakit.

Tahun 1970-an, konsep tadi mulai direvisi. Pada prinsipnya, pemerintah  Amerika menyarankan agar masyarakatnya meningkatkan konsumsi karbohidrat, mementingkan peran protein dan produk susu, serta mengurangi makanan yang berlemak, berkolesterol, bergaram, dan bergula. Pada tahun 1988, pemerintah mulai memperkenalkan kelompok makanan yang digambarkan dengan piramida (lihat gambar). Tiga tahun kemudian, United States Department of Agriculture, resmi merilis gambar piramida makanan yang diberi namaThe Food Guide Pyramid. Dalam piramida tersebut, kelompok makanan yang mengandung karbohidrat diletakkan di bagian paling bawah, diikuti oleh kelompok sayur dan buah, kelompok daging, unggas, ikan, telur, dan produk susu, kemudian yang paling atas adalah kelompok lemak, minyak, dan gula. Jika diletakkan di bawah, artinya kelompok makanan tersebut dikonsumsi lebih banyak. Semakin ke atas, konsumsinya lebih sedikit.

Meskipun dipandang lebih baik, anjuran ini mengalami kontroversi. Sebagian kalangan mempertanyakan mengapa produk susu harus digambarkan secara khusus dalam piramida. Selain itu, mereka menilai pedoman tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Marion Nestle, dalam bukunya yang berjudul Food Politics: How The Food Industry Influences Nutrition and Health (University of California Press, 2002), bahkan mengungkapkan, kebijakan tersebut lebih disebabkan faktor politik. Di antaranya, agar komoditi dagang Amerika - terutama gandum dan produk susu - bisa memperoleh pasar lebih luas.

Rentan salah paham
Terlepas dari kontroversi tersebut, Dr Walter Willet, ilmuwan dari Harvard School of Public Health mengatakan, piramida tersebut rentan salah paham. Penggolongan komponen makanan yang hanya berdasarkan pada proporsi akan menimbulkan anggapan bahwa semua jenis karbohidrat, protein, dan produk susu itu baik, sehingga cenderung dikonsumsi secara berlebihan. Sebaliknya, semua jenis lemak dan minyak akan dikira jahat dan harus dihindari.

Faktanya, karbohidrat terdiri dari dua jenis, yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Jika tidak dijelaskan secara khusus karbohidrat seperti apa yang dimaksud, Willet menilai, anjuran mengonsumsi sebanyak 6-11 porsi per hari sudah terlalu berlebihan. Padahal, semua bentuk karbohidrat sederhana seperti nasi, mi, roti, dan sejenisnya, dengan cepat melonjakkan kadar gula dalam darah dan mengakibatkan meroketnya insulin. Efeknya, insulin akan berusaha menekan dengan mengeluarkan hormon eikosanoid buruk yang berpotensi memicu peradangan sel, menurunkan sistem kekebalan, membuat darah menjadi lebih kental sehingga memicu penyempitan pembuluh darah dan perbanyakan sel-sel abnormal.

Lagipula, tidak semua makanan sumber protein layak dikonsumsi setiap hari. Sebagai contoh, daging merah memang kaya protein, namun juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi sehingga harus dibatasi. Sementara sumber protein lain seperti ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-bijian justru lebih baik sehingga bisa dikonsumsi lebih sering.
Begitu juga dengan lemak. Lemak bersifat jenuh yang terdapat dalam minyak goreng, mentega, dan margarin, misalnya, memang tidak baik. Namun lemak yang berasal dari biji-bijian seperti kemiri, kacang mete, alpukat, serta minyak zaitun – selama tidak digoreng - merupakan sumber lemak yang bagus. Ini disebabkan mekanisme kerja dan perannya pada tubuh kita justru berlawanan dengan lemak jenuh.

Yang terakhir adalah produk susu yang dipandang istimewa karena merupakan sumber kalsium tinggi. Menurut Willet, kalsium tidak perlu digembar-gemborkan sehingga cenderung dikonsumsi berlebihan. Beberapa studi menemukan, terlalu banyak kalsium diduga justru dapat meningkatkan risiko gangguan jantung, pembuluh darah, osteoporosis, dan beberapa jenis kanker.

“Dosa” Empat Sehat Lima Sempurna
          Di Indonesia, penerapan Empat Sehat Lima Sempurna – yang mengacu pada piramida Basic Four tadi - ternyata juga tidak lepas dari salah kaprah. Beberapa hal yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:
  • Susu si malaikat
Susu sering dianggap komponen yang wajib ada dalam daftar makanan sehari-hari. Simak pengalaman Wita (34 tahun), ibu rumah tangga yang berdomisili di Setiabudi, Jakarta Selatan. “Kalau belum menyajikan susu, rasanya belum afdol. Seolah-olah saya belum bisa memberikan makanan sehat buat keluarga, meskipun komponen lain yang terdapat dalam Empat Sehat sudah terpenuhi,” tuturnya.
Sementara Dahlia (31 tahun), karyawati di Semarang, lain lagi. Karena Lima Sempurna mengacu pada susu, ia menganggap susu merupakan makanan “sempurna” yang bergizi komplit sehingga bisa menggantikan peran sumber makanan lainnya. “Kalau anak-anak sedang sulit makan, selama masih mau minum susu saya sudah cukup tenang. Toh, susu juga mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lain,” dalihnya.
Prof Soekirman mengakui, slogan “Lima Sempurna” yang mengacu pada susu memang membuat banyak orang menganggap bahwa komponen makanan yang terdapat dalam Empat Sehat belum komplit jika tanpa susu. Selain itu, karena disandingkan dengan kata “sempurna” susu juga sering dijadikan jawaban atas masalah kekurangan gizi. Padahal kenyataannya, susu merupakan bahan makanan yang posisinya tidak lebih hebat dari sumber protein lain, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, ikan, ayam, atau daging.
  • Melupakan proporsi makanan
Empat Sehat Lima Sempurna menyamaratakan kebutuhan gizi. Seolah-olah, asal terdiri dari makanan sumber karbohidrat, lauk pauk, sayur, dan buah, itu sudah cukup. Padahal, setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan gizi berbeda-beda, yang sangat dipengaruhi oleh usia, status kesehatan, dan aktivitasnya.
Kebutuhan gizi seorang pekerja fisik, misalnya, tidak sama dengan karyawan yang seharian bekerja di belakang meja. Bila pola makan mereka dipukul rata berdasarkan susunan makanan yang terdiri dari empat kelompok tadi, dan tidak mempertimbangkan porsi serta jenis zat gizinya, pola makannya itu tidak bisa dibilang sehat. Sebab, pada pekerja fisik, kalori yang terkandung dalam makanannya mungkin akan langsung habis tak bersisa saat digunakan untuk bekerja. Sementara pada si karyawan, sisa kalori yang ada akan tertimbun di dalam tubuhnya.
  • Tidak peduli kombinasi
Banyak orang memahami komponen Empat Sehat Lima Sempurna harus dikonsumsi sekaligus. Ini juga yang dilakukan oleh Litha Manaba (29 tahun), karyawan swasta yang berdomisili di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mulai sarapan hingga makan malam, ia selalu mengusahakan isi piringnya terdiri dari nasi, lauk pauk, dan sayur. “Habis makan, saya makan pisang, jeruk, atau semangka. Kalau pagi, biasanya saya tambahkan susu. Biar sumber tenaganya komplit!” jelasnya. Namun yang aneh, alih-alih merasa lebih bertenaga, setiap kali usai makan ia sering mengeluh ngantuk. “Badan juga terasa berat. Kenapa bisa begitu ya?” ia bertanya-tanya.

Menurut Andang Gunawan, ND, bahwa kita harus mengonsumsi sumber makanan secara komplit seperti yang terdapat dalam komponen Empat Sehat, itu memang betul. “Namun tidak perlu sekaligus,” tegasnya.

Alasannya, agar bisa dicerna dengan baik, konsumsi makanan sebaiknya juga disesuaikan dengan enzim yang berada pada sistem pencernaan. Ada enzim yang membutuhkan lingkungan cerna bersifat asam, ada pula yang membutuhkan lingkungan cerna bersifat basa. Apabila makanan yang kita konsumsi sama-sama bersifat asam (misalnya karbohidrat tepung dimakan bersamaan dengan protein hewani), akan terjadi proses penetralan asam-basa yang menghambat proses pencernaan. Tubuh juga akan mengerahkan energinya untuk mencerna makanan. “Inilah yang menjelaskan mengapa seusai makan tubuh justru terasa berat, bahkan mengantuk,” jelas Andang.

Selain itu, bahan makanan yang terlalu lama tinggal dalam organ pencernaan akan membusuk dan meninggalkan toksin. Thomas E. Levy, MD, dalam bukunya yang berjudulOptimal Nutrition for Optimal Health, mengungkapkan, pencernaan yang bersifat toksik cenderung mendorong peningkatan berat badan.

Ini disebabkan, usus halus menyerap lebih banyak dari yang seharusnya (leaky gut). Jika di saat yang sama, sisa-sisa makanan yang ada belum tercerna dengan sempurna, sementara pola makan yang tidak ramah pencernaan tadi terus terjadi, tubuh akan mengenali zat yang diserap usus halus tersebut sebagai benda asing. Ia akan berusaha melawan dengan mengaktifkan sistem kekebalan. Namun hal ini bukannya membuat daya tahan tubuh kita semakin kuat, melainkan sebaliknya; sel-sel meradang, dan kita lebih rentan sakit.

Slogan Baru, Gizi Seimbang
Itulah alasannya, pada tahun 1992, konferensi pangan sedunia yang berlangsung di Roma dan Geneva, yang diadakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), badan pangan dunia, menetapkan agar semua negara berkembang yang semula menggunakan slogan sejenis Basic Four menggantinya dengan konsep Nutrition Guide for Balance Diet.
Sesungguhnya, keputusan FAO itu sudah dilakukan dalam kebijakan Repelita V tahun 1995 sebagai Pedoman Gizi Seimbang, dan menjadi bagian dalam program perbaikan gizi. Namun karena kurangnya sosialisasi, pedoman yang baru itu hanya menjadi sekadar teori.

Meskipun terkesan terlambat, usaha memperkenalkan kembali Pedoman Gizi seimbang sebagai pengganti Empat Sehat Lima Sempurna itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Bagaimanapun, itikad pemerintah dalam meluncurkan (kembali) Pedoman Gizi Seimbang baru-baru ini wajib dihargai. Terlebih, konsep yang baru ini sudah mulai mengakomodasi beberapa hal penting.

Menurut Prof Soekirman, berbeda dengan Empat Sehat Lima Sempurna yang menyamaratakan kebutuhan gizi semua orang, Gizi Seimbang percaya bahwa setiap golongan usia, jenis kelamin, kesehatan, dan aktivitas fisik memerlukan asupan gizi yang berbeda-beda. Agar lebih mudah dipahami, konsepnya digambarkan menjadi “piramida” berbentuk tumpeng beserta nampan, yang disebut Tumpeng Gizi Seimbang.

Secara umum, Tumpeng Gizi Seimbang terdiri dari beberapa potongan tumpeng: satu potongan besar berisi sumber karbohidrat, dua potongan sedang berisi sayuran dan buah-buahan, dua potongan kecil berisi sumber protein nabati dan hewani, serta potongan terkecil di bagian puncak, berisi minyak, gula, dan garam. Besarnya potongan ini menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap hari.

Beda dengan slogan sebelumnya
Jika diperhatikan lebih mendalam, pedoman Gizi Seimbang juga memiliki beberapa perbedaan dengan Empat Sehat Lima Sempurna, yaitu:
  • Air putih menjadi bagian dari komponen gizi.
Air putih dimasukkan dalam komponen Tumpeng Gizi Seimbang, dan ditempatkan di bawah potongan kelompok sumber karbohidrat. Artinya, air putih kini dipandang sebagai zat gizi esensial yang wajib terpenuhi dan menempati posisi terbesar dalam asupan gizi. Ini disebabkan, air berperan penting dalam proses metabolisme. Sebaik apapun pola makan kita, jika tubuh kekurangan air, metabolisme tubuh akan terganggu.
  • Susu bukan lagi “penyempurna”
Dalam Tumpeng Gizi Seimbang, susu ditempatkan dalam kelompok sumber protein hewani lainnya. Hal ini untuk menegaskan, bahwa susu bukan makanan sempurna seperti salah kaprah yang terjadi selama ini. Posisinya bisa diganti oleh sumber protein lain, baik yang berupa protein nabati ataupun hewani.
  • Hanya bersifat umum
Prinsip Gizi Seimbang didasarkan pada kebutuhan zat gizi yang berbeda menurut kelompok umur, status kesehatan, dan jenis aktivitas, maka bagi ibu hamil, menyusui, bayi dan balita, remaja, dewasa, dan usia lanjut. Oleh sebab itu, jenis dan proporsi makanan yang terdapat dalam Tumpeng Gizi Seimbang tadi hanya bersifat umum. Penerapannya, tentu saja perlu disesuaikan lagi dengan kondisi kita masing-masing.

Slogan kosong?
Sebagian kalangan menilai, pedoman umum Gizi Seimbang justru lebih rumit untuk dilaksanakan.  “Bikin bingung! Apalagi, program ini tidak diimbangi dengan arahan bagaimana cara menyesuaikannya dengan kondisi kita masing-masing. Berbeda dengan Empat Sehat Lima Sempurna yang jelas-jelas mengatakan kita harus makan sepiring nasi, lauk, sayur, dan buah,” keluh Annida (37 tahun), ibu rumah tangga di Bintaro, Tangerang.

Keluhan Annida memang beralasan meski tidak sepenuhnya benar. Sebetulnya pedoman Gizi Seimbang bukannya lebih “rumit”, tapi lebih dibuat lebih detail. Simbol Tumpeng Gizi Seimbang yang diletakkan dalam sebuah baki juga berisi gambar beberapa cabang olahraga, orang sedang mencuci tangan, dan timbangan. Artinya, yang dimaksud “seimbang” tidak hanya berkutat pada soal makanan. Makanan yang dikonsumsi juga harus diseimbangkan dengan aktivitas fisik, menjaga kebersihan, serta memantau berat badan.

Sejauh ini, memang begitulah temuan para ahli gizi tentang  kenyataan cara menuju hidup sehat. Konsumsi makanan yang seimbang dengan aktivitas fisik, akan membuat metabolisme berjalan lebih efektif. Kalori yang masuk tidak tertimbun begitu saja dan menyebabkan obesitas. Dengan menjaga kebersihan, setidaknya kita sudah berupaya mencegah datangnya penyakit. Memantau berat badan membuat kita mengenali sinyal baik atau tidaknya status gizi. Karena, terlalu kurus atau terlalu gemuk sama-sama menandakan gizi kita belum seimbang.

Terlepas dari kurangnya sosialisasi, namanya juga pedoman. Meskipun disusun sesempurna mungkin, harap maklum jika masih jauh dari harapan semua orang. Semoga, ketidakpuasan itu memacu kita untuk tidak berhenti mengenali tubuh sendiri, sekaligus terus belajar mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.(N)


_________________
*) Dyah Pratitasari
dalam Laporan Khusus MajalMajalah Nirmala, edisi Maret 2011
www.nirmalamagazine.com

8 Makanan utk Perkembangan Otak

8 Makanan Perangsang Perkembangan Otakk

By Attar Galerie on Tuesday, June 26, 2012 at 9:57pm
Dr. Ang Poon Liat, konsultan senior penyakit dan kesehatan anak dari Paediatric Centre Thomson Medical Centre, Singapura, melihat intelegensia seseorang 20% dipengaruhi unsur genetik, selebihnya dari asupan makanan sehari-hari. Menurutnya ada 8 makanan perangsang otak yang sebaiknya menjadi bagian dari diet anak-anak sekaligus juga berguna bagi kesehatan fisik di kemudian hari.

1. Ikan laut.Ikan laut merupakan sumber omega-3. Asam lemak omega-3 dapat meningkatkan aktivitas neurotransmiter, membantu sel otak dalam berkomunikasi dengan sel-sel otak lainnya secara efektif sehingga fungsi otak optimal.

2. Telur. Kuning telur kaya akan protein, juga tinggi kolin, bagian dari vitamin B, yang dapat membantu meningkatkan daya ingat.

3. Kacang-kacangan. Mengandung vitamin E yang memiliki sifat antioksidan handal melindungi selaput sel otak terhadap radikal bebas.

4. Sayuran berwarna. Sayuran berwarna kaya antioksidan yang akan menjaga sel otak tetap sehat. Pilih sayuran yang berwarna-warni agar mendapat serangkaian antioksidan yang juga dapat mencegah kanker.

5. Beras dan gandum yang masih ada kulit arinya. Beras merah dan oat adalah contoh beras dan gandum yang masih ada kulit arinya, yang kaya akan vitamin B. Keduanya memiliki serat yang tinggi sehingga melepaskan glukosa secara perlahan-lahan. Karena kadar glukosa yang tinggi akan membuat anak energetik tapi kemudian cepat capek. Perubahan mood ini tentu tidak baik bagi anak.

6. Buah beri. Buah ini kaya vitamin C, yang dapat meningkatkan daya ingat.

7. Polong-polongan.Kandungan protein dan karbohidrat kompleksnya menghasilkan energi yang baik untuk merangsang otak. Proteinnya dibutuhkan untuk menghasilkan asam nukleat dari sel otak.

8. Yogurt. Merupakan sumber protein, vitamin B dan D yang amat penting bagi pertumbuhan jaringan otak serta neurotransmiter.

Source: Makalah Ilmiah Tumbang FK-UGM

Friday, 27 December 2013

Makanan Bayi

Apa yang harus Anda ketahui tentang makanan bayi bernutrisi? Banyak hal tentu, dan pada umumnya, usia bayi mulai 6 bulan makanan bernutrisi tinggi sengaja diciptakan melalui bahan makanan segar seperti sayur, buah, daging hingga protein lain yang menjadi kebutuhan sebagai pendamping susu bayi si buah hati tercinta.  Namun, apakah Anda sudah mengetahui jenis makanan apa saja yang punya nutrisi tinggi, dan bagaimana cara mengolahnya? Ini penting, sebab, tak selalu si bayi suka dengan makanan cepat saji yang tersedia dalam kemasan. Malah sebagian besar bayi lebih suka dengan makanan yang dibuat sendiri, selain memiliki gizi cukup tinggi, higienis serta tak dilengkapi dengan bahan pengawet. Sebelum memaparkan bagaimana cara mengolah pendamping susu bayi menjadi sebuah makanan bayi bernutrisi tinggi, berikut adalah jenis makanan baik dari sayuran ataupun protein nabati dan hewani yang bisa Anda pilih untuk asupan gizi bayi;  1. Keju Keju mengandung energi sebesar 326 kilokalori, protein 22,8 gram, karbohidrat 13,1 gram, lemak 20,3 gram, kalsium 777 miligram, fosfor 338 miligram, dan zat besi 2 miligram. Selain itu vitamin A sebanyak 750 IU, vitamin B1 0,01 miligram dan vitamin C 1 miligram, penambahan keju pada makanan bayi selain sebagai sumber protein, aroma serta rasa yang dimunculkan lebih gurih dan dipercaya menambah selera makan lebih lahap. Tapi perlu diingat, jangan terlalu banyak asupan keju pada bayi, usahakan untuk mengurangi atau bahkan menghentikannya saat usia 2 tahun maksimal, karena akan membuat badan si buah hati membesar, bahkan bisa terserang obesitas.  2. Alpukat 75% kalori sebuah alpukat datang dari lemak tak jenuh tunggal. Alpukat memiliki kalium 60% lebih dari pisang. Kaya akan vitamin B, serta vitamin E dan vitamin K. Alpukat memiliki kandungan serat yang tinggi antara buah-buahan. Banyak khasiat yang dihasilkan dari buah ini, beberapa diantaranya adalah menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan mata, melindungi tubuh dari kanker prostat, maag, stroke, kolesterol dan masih banyak lagi. Untuk bayi, sudah pasti sangat berguna karena ini merupakan makanan bayi bernutrisi cukup baik.  3. Pisang Buah yang secara general mengandung pati dan asam tanin, vitamin A (300 IU per seratus gram), vitamin B dengan berbagai jenisnya; B1, B2, B 6, dan 12 (100 mg per seratus gram), persentase yang cukup dari vitamin D, dan sedikit Vitamin Z. Dan pisang juga mengandung Kalsium (100 mg per seratus gram), Fosfor, Besi, Sodium, Kalium (potassium), Magnesium, dan Seng. Buah ini banyak menjadi andalan Bunda pada bayi, selain lembut, kandungan nutrisi yang dimiliki sangatlah besar.  4. Brokoli Brokoli merupakan sayuran dengan kalori yang rendah, rendah lemak, dan bebas kandungan lemak jenuh, tinggi kalium dan rendah sodium, tidak mengandung kolesterol. Selain itu, brokoli juga mengandung folat. Seperti yang kita ketahui, folat merupakan salah satu vitamin yang sangat baik salah satunya baik untuk ibu hamil dan janin.  5. Telur Burung Puyuh Ini juga merupakan sumber protein, yang juga diiringi lemak, vitamin, dan mineral. Meski begitu telur puyuh juga kaya akan kolin. Kolin berperan penting di dalam tubuh, terutama bagi perkembangan fungsi otak. Hal tersebut berkaitan dengan peran kolin sebagai komponen asetilkolin yang berfungsi sebagai pengantar sinyal saraf.  6. Daging Dada Ayam Daging Ayam mengandung energi sebesar 302 kilokalori, protein 18,2 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 25 gram, kalsium 14 miligram, fosfor 200 miligram, dan zat besi 2 miligram.  Selain itu di dalam Daging Ayam juga terkandung vitamin A sebanyak 810 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Daging Ayam, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 58 %.  7. Kacang Hijau Kacang hijau merupakan sumber alternatif protein nabati. Kacang hijau mengandung protein tinggi sebanyak 7 gr/100 gr. Protein yang terkandung memiliki asam amino lengkap. Protein pada kecambah kacang hijau sudah berkurang jumlahnya yaitu hanya 3 gr/100 gr, tetapi asam aminonya sebagian dalam bentuk bebas yang cepat diserap tubuh. Kandungan lain yang dimiliki adalah memiliki serat tinggi, kaya vitamin B, asam lemak esensial serta masih banyak lagi. Tetapi perlu Anda perhatikan untuk memberi bayi dengan kacang hijau ada baiknya di hancurkan hingga lembut menggunakan juicer.  8. Apel Sebagai buah yang sehat, apel kaya akan kandungan gizi, namun yang paling dominan adalah vitaminnya. Ada banyak vitamin yang terdapat di buah apel, diantaranya adalah vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9 dan vitamin C. Sedangkan mineral yang dikandung dalam buah apel antara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc. Serat juga dimiliki oleh buah apel ini, sehingga apel baik untuk orang yang sedang diet. Serat bisa mencegah lapar yang datang lebih cepat. Serat berguna mengikat lemak dan kolesterol jahat di dalam tubuh yang selanjutnya akan dibuang.  9. Wortel Wortel kaya akan senyawa karoten dan berbagai senyawa fitokimia. Juga, wortel sarat vitamin (B dan C), kalsium, dan sumber serat yang sangat baik.  Berapa banyak kandungan vitamin A dalam wortel sebenarnya bisa ditebak dari warnanya. Semakin oranye, merah, atau ungu warnanya, semakin tinggi kandungan vitamin A-nya. Fitokimia. Adalah senyawa kimia yang berasal dari tanaman, termasuk pigmen (zat warna) tanaman. Nah, fitokimia pada wortel yang juga berperan penting, khususnya sebagai antioksidan, adalah berbagai senyawa fenolik yang umumnya terdapat di kulit. Bagaimana? Apakah Anda sudah memiliki wawasan tentang bahan makanan bernutrisi tinggi untuk bayi? Tentu sudah, dan sekedar informasi dari Kami bahwa makanan bernutrisi tinggi ni akan memiliki banyak serat, dan BAB bayi pun akan lebih teratur. Nah, untuk lebih praktis maka sediakan diapers untuk bayi yang sesuai dengan ukuran, sementara di waktu malam, Anda bisa menggunakan popok bayi guna lebih nyaman bayi saat tidur.  Meramu Makanan Bayi Bernutrisi Lebih Lezat dan Sehat Nah, setelah Anda ketahui kandungan gizi yang terdapat pada jenis makanan sehat yang sarat dengan kandungan gizi tinggi sebagai pendamping susu bayi, maka Anda pasti bertanya-tanya dalam hati, bagaimana mengemas atau menjadikan semua ini menjadi makanan bayi yang disukai oleh si buah hati? Cara yang paling sering dilakukan adalah dengan mencampur semua jenis protein dan sayuran tersebut menjadi satu. Tapi perlu Anda perhatikan jenis sayur dan protein yang memiliki rasa lebih lezat jika dicampur. Usahakan jangan asal mencampur semua jenis. Buah seperti pisang, apel serta alpukat usahakan diberikan terpisah seperti makanan kecil pembuka atau pencuci mulut setelah makan selang beberapa waktu, mungkin 1 atau 2 jam. Berikut adalah resep cara membuat makanan yang cukup lezat dengan bahan makanan bernutrisi tinggi; -    Pilih wortel, brokoli, telur puyuh, daging dada ayam, serta keju. -    Rebus seluruhnya menjadi satu kecuali keju, daging ayam dan telur puyuh, usahakan dimasak terpisah. -    Untuk keju, sisihkan hingga semua bahan siap di haluskan. -    Setelah semua matang dan sudah dibersihkan, campur menjadi satu semuanya termasuk keju, daging ayam dan telur puyuh dalam sebuah wadah juicer -    Haluskan beberapa saat -    Sajikan Mudah bukan? Semua bahan tersebut mudah didapat bahkan beberapa toko online telah siap menyediakan bahan-bahan tersebut guna mendukung kebutuhan si buah hati yang memang memerlukan makanan bernutrisi pendamping ASI. Hasil tanaman organik pada bahan-bahan tersebut akan lebih baik. Oya, jangan pernah menambahkan penyedap rasa, garam, gula atau apapun itu, cukup murni dengan beberapa bahan makanan itu saja. Rasa gurih dan aroma nikmat akan muncul dari keju. Inilah ramuan makanan bayi bernutrisi tinggi pendamping susu bayi persembahan PriceArea.com yang bisa Anda buat untuk menjamin si kecil memiliki asupan gizi tinggi. Selamat mencoba.  Sumber: www.pricearea.com